Senin, 11 Februari 2013

Mengurus Visa Dependent ke Jepang

Setelah berburu tiket promo AirAsia bulan Nopember 2012, akhirnya dapat juga tiket murah ke Jepang bersama anak-anak. Berangkat bulan Maret 2013, hahahaha....masih lama ya. Begitulah tiket promo AirAsia, harus beli jauh-jauh hari sebelumnya. Tapi kadang masih ada koq kesempatan dapat tiket promo mendekati tanggal rencana keberangkatan, klo anda beruntung. Tidak sabar rasanya segera menyusul suami yang sementara melanjutkan studi program doktoral di Ehime University Jepang.

Tiket dan Paspor sudah di tangan, selanjutnya persiapan mengurus Visa Jepang.
Setelah menelpon Konjen Jepang wilayah Yuridis Makassar Jl. Jend Sudirman Makassar, ternyata banyak dokumen yang dibutuhkan untuk pengurusan Visa.

Diantaranya :
1. Paspor
2. KTP
3. Form aplikasi Visa & pas foto terbaru ukuran 4,5 x 4,5
4. Fc Akte kelahiran
5. Fc Kartu Keluarga
6. Fc Akte Nikah (bagi yang sudah berkeluarga)
7. Surat keterangan kerja & izin dari kantor (bagi yang bekerja) atau Surat Keterangan Sekolah (bagi pelajar atau mahasiswa).
8. Bukti keuangan, misal rekening koran 3 bulan terakhir jika ke Jepang atas biaya sendiri & rekening koran 3 bulan terakhir pengundang jika atas biaya teman atau keluarga yang mengundang.
9. Bukti hubungan keluarga dengan pengundang, misalnya foto bersama atau print out percakapan di fb atau whatsapp.
10. Fc Paspor pengundang (jika pengundang adalah orang Indonesia yang menetap sementara di jepang)
11. Fc Allien Card pengundang (Kartu Penduduk Jepang pengundang)
12. Bukti booking hotel di Jepang
13. Jadwal perjalanan selama di Jepang
14. Bukti pemesanan tiket PP. Misal kota asal Makassar, berarti harus melampirkan tiket PP dari Makassar kembali ke Makassar lagi.

hmmm.....apa lagi ya?? untuk lebih jelasnya bisa buka website resmi Konjen Jepang atau nelpon ke kantor Konjen Jepang ya. Jangan khawatir, pegawainya ramah-ramah dan santun.

Awal Januari, di Jepang suami mengurus Certificate Of Eligibility (COE). COE adalah surat keterangan yang berisi tentang kelayakan seseorang untuk tinggal di Jepang dalam jangka waktu tertentu. COE ini disertakan sewaktu akan mengurus VISA untuk tinggal di jepang (lebih dari 90 hari). Untuk pengurusannya di Jepang saya kurang paham, yang jelas saya mau terima beres saja hehehe....
3 minggu kemudian, COE sudah jadi & dikirim ke Indonesia. Via pos EMS kurang lebih 1 minggu sudah sampai di rumah. Alhamdulillah.

Saatnya cuci foto ukuran 4,5x4,5. Kedengarannya aneh juga ukuran fotonya, tapi itulah persyaratan untuk mengurus visa Jepang. Tidak mungkin protes kan, ikuti saja apa mau mereka, toh nantinya mereka yang memutuskan Visa bisa keluar atau ditolak.

Setelah semua dokumen yang dibutuhkan siap, masih ada rasa penasaran siapa tau masih ada dokumen yang lupa saya lampirkan. Kalau dokumen tidak lengkap, otomatis berkas ditolak. Kan rugi waktu & tenaga untuk bolak balik. Akhirnya, saya putuskan menelpon kembali Konjen Jepang Makassar. Saya sampaikan bahwa saya telah memiliki COE dari Jepang. Pegawainya lalu menyebutkan dokumen yang harus saya bawa :
1. COE asli & Copy
2. Paspor asli & Copy
3. Form yang telah diisi ditempel foto terbaru uk 4,5 x 4,5
4. KTP asli & Copy
5. Fc Kartu Keluarga
6. Fc Akte Kelahiran
7. Fc Akte nikah
8. Asli Surat keterangan kerja/sekolah 
9. Bukti pemesanan tiket ke Jepang. Pulangnya tidak perlu karena COE berlaku selama 3 tahun.

Itu saja? hmmm...informasi sebelumnya tidak begitu, banyak dokumen lain yang harus dilampirkan. Tapi pegawainya bilang kalau yang perlu saya bawa ya itu saja. Syukurlah kalau begitu.. Tapi tetap saya membawa semua dokumen lainnya, siapa tau di siana diminta, kan tinggal diselipkan di berkas.

Tanggal 11 Februari, saya memberanikan diri menuju Konjen Jepang di Jl. Jend. Sudirman Makassar. Sempat tidak yakin bahwa kantor itu masih buka karena sangat tertutup. Pagar pun terkunci rapat. Ternyata ada gerbang masuk lewat Jl. Monginsidi, tapi tertutup rapat juga dengan gembok di pagar. Setelah memarkir kendaraan di jalan, saya mencoba mendekati pagar, tiba-tiba muncul security berbaju hitam. Deg, mulai gugup nih. Eh, pak security nya senyum, lumer deh gugupnya hehehe.
Maaf, ada yang bisa saya bantu, bu?
Saya mau urus visa, pak.
Bisa bu, katanya sambil membuka gembok pagar & mempersilahkan saya masuk.

Ternyata ada pos kecil di samping pagar, dan saya dipersilahkan masuk. Di dalam ada 2 orang security lagi. Mereka meminta KTP saya dan mencatat di buku tamu. HP & Laptop tidak boleh dibawa masuk, semua harus dititip di pos security & saya diberi  kartu bukti penitipan barang. Mereka semua ramah koq, tidak usah takut. Padahal dalam hati masih dag dig dug, selanjutnya apa lagi ya?

Selanjutnya, masuk ke ruangan sebelah yang ada metal detectornya. Kayak di bandara aja. Tas juga dimasukkan ke alat scanner untuk dilihat isinya. Kalau ada yang mencurigakan, akan diperiksa. Tapi kalau tidak ada, bisa masuk ke dalam ruangan untuk memasukkan dokumen visa.

Di dalam ruangan, sangat adem & tenang. Di sisi kanan ada televisi yang memutar film-film dokumenter tentang budaya Jepang. Ada juga rak buku-buku & brosur tentang info-info yang ada di Jepang. ada juga kursi tamu. Di sisi kiri ada kursi Satpam & ada ruangan yang dibatasi kaca tebal. Setelah menunggu beberapa menit, saya dipersilahkan oleh security untuk memasukkan dokumen di lubang kecil di bawah kaca. Mirip tempat kasir di kantorku. Di sana sudah berdiri seorang petugas wanita yang ramah. Dokumenku diperiksa. Ups! ada yang kurang. Harusnya form aplikasi untuk anak-anak saya tandatangani juga. Dibubuhi keterengan sign by mother & nama lengkap ibu.

Setelah selesai, dokumen dibawa masuk ke dalam & saya dipersilahkan menunggu. Setelah beberapa menit, petugas wanita tadi muncul lagi di balik kaca dan mengembalikan map & KTP asli yang saya masukkan tadi. Tapi dokumen lainnya sudah diambil. Petugas memberikan selembar kertas & saya diminta membacanya. Setelah itu tandatangan dan diberikan tanda terima dokumen & diminta kembali hari kamis tgl 14 februari siang. Rasanya sedikit lega, mudah-mudahan disetujui & visa segera keluar.
Plong deh, karena dokumen yang dibutuhkan tidak terlalu banyak untuk permohonan visa dependent yang dilangkapi COE. Tinggal perbanyak doa agar Visa disetujui & diberi kesehatan agar saya & anak-anak bisa mengunjungi suami di Jepang. Rasa rindu sudah tak terkatakan lagi setelah 6 bulan berpisah. Papa, wait us....




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar